Sidoarjo – Komitmen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) dalam menghadirkan layanan sertifikasi kompetensi yang berkualitas terus diperkuat. Melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UMSIDA, universitas menerima kunjungan tim Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dalam agenda surveilans yang berlangsung pada Kamis, 29 Oktober 2026.
Kegiatan surveilans tersebut dihadiri oleh Rabiatul Adawiyah dan Evi Listiani selaku tim BNSP. Kehadiran keduanya menjadi bagian dari pelaksanaan pengawasan berkala untuk memastikan konsistensi penerapan standar sertifikasi kompetensi, sekaligus mendorong peningkatan mutu dan profesionalisme lembaga sertifikasi profesi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut seluruh personel LSP UMSIDA, Dewan Pengarah, Komite Skema, serta perwakilan asesor kompetensi dari setiap skema sertifikasi yang berada di bawah naungan LSP UMSIDA. Keterlibatan berbagai unsur ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung penerapan sistem sertifikasi kompetensi yang profesional, akuntabel, dan sesuai dengan standar BNSP.
Agenda ini juga dihadiri Wakil Rektor I UMSIDA sekaligus Dewan Pengarah LSP UMSIDA, Prof. Dr. Hana Catur Wahyuni, S.T., M.T. yang memberikan sambutan dalam rangkaian kegiatan tersebut. Kehadiran pimpinan universitas menjadi wujud dukungan kelembagaan terhadap keberlanjutan dan penguatan kualitas penyelenggaraan sertifikasi kompetensi di lingkungan UMSIDA.
Sebagai lembaga sertifikasi profesi pihak kesatu (LSP P1), LSP UMSIDA memiliki peran strategis dalam mendukung kesiapan mahasiswa menghadapi dunia profesional. Melalui sertifikasi kompetensi, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pengakuan atas kemampuan dan keterampilan yang dimiliki berdasarkan standar kompetensi yang berlaku.
Sementara itu, Rabiatul Adawiyah selaku anggota tim BNSP turut menyampaikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Bersama Evi Listiani, tim BNSP melaksanakan fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan sertifikasi kompetensi, khususnya dalam memastikan kesesuaian pelaksanaan kegiatan dengan persyaratan lisensi dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Tidak sekadar menjadi agenda pengawasan rutin, pelaksanaan surveilans juga menjadi ruang evaluasi bagi LSP UMSIDA untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan. Berbagai aspek penyelenggaraan sertifikasi, mulai dari sistem manajemen, administrasi, hingga prosedur asesmen kompetensi, menjadi perhatian dalam upaya menjaga kredibilitas dan akuntabilitas layanan sertifikasi.
Bagi LSP UMSIDA, kegiatan ini memiliki makna strategis dalam memperkuat budaya mutu dan perbaikan berkelanjutan. Konsistensi penerapan standar sertifikasi menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun kepercayaan terhadap kompetensi lulusan yang dihasilkan perguruan tinggi.
Sejalan dengan perkembangan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, sertifikasi kompetensi kini menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan daya saing lulusan. Oleh karena itu, penguatan kelembagaan LSP UMSIDA diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi mahasiswa, tidak hanya dari sisi penguasaan akademik, tetapi juga melalui pengakuan kompetensi profesional.
Melalui pelaksanaan surveilans BNSP ini, LSP UMSIDA meneguhkan komitmennya untuk terus menjaga standar mutu, meningkatkan profesionalisme layanan, serta memperkuat kontribusi universitas dalam mencetak lulusan yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja.





